AJIAN TUGUMANIK JAYAKUSUMA


AJIAN TUGUMANIK JAYAKUSUMA
Kehebatan dan kegunaan ilmu ini hampir menyerupai ilmu Pancasona, namun ilmu juga berbeda dengan dengan ilmu Pancasona, jika ilmu Pancasona bisa hidup kembali bila potongan tubuhnya tidak dikubur melalui sungai akan tetapi ilmu Tugumanik Jayakusuma tidak akan mati kalau belum waktunya. (kalau belum Tuhan yang mematikan)

Ritual:
Mandi kermas, sebelum melakukan puasa mutih selama 7 purnama
Puasa sunnah senin kamis selama 40 senin 40 kamis
Pati geni semalam dan dilanjutkan ngebleng 3 hari 3 malam
Bila selesai puasa, setiap makan terlebih dahulu memakan nasi putih saja sesuap dan dilanjutkan makan seperti biasanya sebelum puasa

Pantanggan:
Dilarang mengganggu ketentraman rumahtangga orang
Jauhkan rasa iri dengki tama' dan loba, dan jauhi apa-apa yang dilarang oleh Allah

Mantra:
"Ashadualla ilaha ilallahu Muhammadur rasulullahu, tugu maniking sang buwana, gilang gumilang sajroning rasa, tumetes setetes, dai nyawa lan urip, ingsun nganciki jagad kulon, anganciki jagad wetan, rat kalingan rat, angancik jagad kidul, ngancik rat kalingan rat, ngancik ing ibu pertiwi, ingsun angarsaaken bakal, mangka kaaning bakal kaya mas sinangling, sinelehaken ing edor, Sapa aran iro, si dayatulloh, ya Allah ya Rasulullah, hu Allah”

Kehebatan dan kegunaan ilmu ini hampir menyerupai ilmu Pancasona, namun ilmu juga berbeda dengan dengan ilmu Pancasona, jika ilmu Pancasona bisa hidup kembali bila potongan tubuhnya tidak dikubur melalui sungai. akan tetapi ilmu Tugumanik Jayakusuma tidak akan mati kalau belum waktunya. (kalau belum Tuhan yang mematikan).